Minggu, 14 Januari 2018

                                                            Sumber Gambar : Google

Menemukan Pelangi~
Riska Nurlita

Tetiba saja, inderaku menangkap ketajaman warna
kala menyaksikan senyum-senyum merona
wajah teduh tanpa dahaga
raut indah penuh pesona


Kau misterius, serius nan romantis
diam-diam hatimu gerimis
tapi badai selalu luluh kau tepis
untuk kami, kau lah pembius termanis

Kau si ceria, tenang, bahagia
lelahmu kau curahkan untuk cengkrama
bersama barisan-barisan kertas penuh aksara
untuk pendidikan, abdimu luar biasa

Kau si intel terhebat
menyapa dengan senyum hangat
menyeru kepada taat
Ringan memberi tanpa syarat
Untuk lemah, kau lah penguat

Kau si pemilik perhatian tanpa batas
keringatmu luluh terkuras
semangatmu tetap yang paling atas
untuk cinta, kau sajikan dengan ikhlas

Kau si penyumbang tawa, pengukir ceria
aksara demi aksara dengan lantang kau eja
celotehan-celotehan adalah bumbu-bumbu masa
untuk bahagia, kau lah pembawanya

Kau si tegas nan pendiam
Mimpi-mimpi dengan sunyi kau anyam
Kau cantik hingga ke dalam
Untuk tenang, kaulah yang menyulam

Kau si tenang nan anggun
keyakinan selalu kau bangun
Lembut selayak helaian daun
Untuk semangat, kau lah yang terimbun

Kau si cuek nan dingin
Mengenalmu ternyata sehangat lilin
Melupakanmu menjadi hal yang tak mungkin
Untuk tawa, kau lah yang memimpin

Kau si rapuh nan tegar
Keluh tak kuasa kau edar
Dan Allah sebaik-baik tempat bersandar
Untuk perjalanan, darimu ku belajar sabar

Kau si ramah dengan sajian senyuman
Walau berkali-kali kau tak paham bahasan
kau ada dengan sebaik-baik tauladan
Untuk berbagi, setelah Allah kau lah tempat ternyaman

Kau seulas senyum manis nan tenang
Kau hadir sebagai penerang
Kau rangkul muslimah dengan kasih sayang
Untuk hati, kaulah pengukir riang


Warna-warni pelangi di langit jingga merona
Menyajikan indahnya pesona
Soreku tak lagi usang, kini penuh rekahan warna
"Menemukan Pelangi", menghias langit bersama~

                                                          Tangerang, 14 Januari 2018

Puisi teruntuk shalihah, terimakasih telah mengukir warna :)
Bisakah menebak kamu yang mana?




1 komentar:

  1. Kau hadir menebar rasa tak biasa
    Yang sulit didefinisikan lewat kata
    Bila harus kuberi umpama
    Kau tangguh dan ikhlas layaknya syuhada
    Untuk memberi cinta, kau juaranya💕

    BalasHapus