Selasa, 17 Januari 2017

Klimaks

Ada yang aneh dengan negeri ini
Sesuatu yang harusnya terselesaikan, malah semakin rumit terbengkalai
Kebenaran tenggelam, sulit tuk ditemukan
Yang baik bungkam, yang buruk melambung tinggi tertiup kebencian
Ada yang lebih kencang dari angin topan
Ada yang lebih panas dari matahari
Ada yang lebih dingin dari es
Pernahkah belajar fisika?
Gesekan memiliki dua sisi berbeda
Ada kalanya menguntungkan
Ada kalanya merugikan

Kebingungan atas keberpihakan
Membuat nurani terjerembab pada ketidak pastian dan ketakutan
Hanya takut salah menempuh jalan
Hanya takut salah memilih pengemban amanah
Rakyat menjerit, namun sekitar seakan tuli
Terbius argumen sendiri
Ego dilambungkan
Keadilan diduakan
Lalu, akan menuntut keadilan pada siapa rakyat ini?

Mengapa demonstrasi mengudara?
Mengapa sumpah serapah menjadi senjata?
Mengapa kebencian merajalela?
Jawabnya ada pada jiwa
Sudah sepeduli apakah pada Indonesia?
Apa hanya merenggut kenyamanan dan kebebasan semata?
Kebahagiaan bukankah tidak akan lama?
Kebermanfaatan untuk sesama adalah yang utama
Wahai, pemimpin
Wahai, pengemban amanah
Wahai....
Kemana lagi rakyat harus mengadu?
Apa harus meminta belas kasihan tetangga?
Andai tak mampu, katakan saja
Tolong jangan bersembunyi dibalik manisnya kata
Rakyatmu ini butuh rengkuhan
Bukan ancaman
Bukan tekanan
BUKAN!!!!!!!!

Kemarilah, kembali pada yang Esa
Berhentilah, berhenti merasa
Tenggelamkan ego hingga ke dasarnya
Jangan biarkan muncul ke permukaan dan tumbuh subur
Yang kuat bukan mereka yang menang karena egonya
Tapi yang kuat, ialah mereka yang mampu meredam amarahnya
Kembalilah, kembalilah
Ulurkan tangan, rendahkan hati, dan kembangkan senyum
Berhentilah, berhentilah
Berhenti membenci dan berhenti mencaci 

                            Jayanti, 16 januari 2017